Engkau yang riuh tertawa untuk menggembirakan sekelilingmu, saat sebetulnya hatimu gamang dengan keraguanmu mengenai masa depan, sini … duduklah engkau dekat denganku, dan dengarlah ini …
Ketahuilah, bahwa semua keraguanmu itu adalah tabir yang memisahkan impianmu dari tindakanmu.
Semakin tubuhmu jauh dari tindakan, semakin tebal tabir keraguan itu menutupi pandanganmu.
Engkau telah sering memberitahuku bahwa Tuhan Maha Absolut, yang keinginanNya tak tertahankan oleh apa pun, yang jika Ia berkehendak agar sesuatu menjadi - maka jadilah.
Lalu, mengapakah engkau demikian khawatir bahwa yang kau lakukan akan menjamin keberhasilanmu - atau tidak, padahal engkau sendiri yang mengatakan bahwa Tuhanlah Yang Maha Penentu?
Tahukah Engkau bahwa yang kau lakukan, belum tentu yang akan dijadikan oleh Tuhan sebagai sebab dari penyejahteraanmu?
Bukankah banyak sekali kebaikan yang sedang kau nikmati, yang adalah kebaikan yang lebih besar daripada yang seharusnya pantas bagimu?
Engkau yang penunda, yang sering memanjakan rasa malas, yang masih suka mencurigai keadilan Tuhan, yang melebihkan harapan kepada manusia, benda, dan perhitungan - daripada kepada Tuhan, engkau yang belum banyak mematuhi Tuhanmu, TAPI hidupmu telah dibaikkan olehNya.
Mengapakah engkau masih ragu, bahwa kesegeraan bekerja keras dalam kejujuran untuk menguntungkan sesamamu - tidak akan menaikkanmu ke kelas kehidupan yang lebih baik?
Bukankah engkau sudah dianugerahi banyak nikmat, tanpa betul-betul memantaskan diri?
Tuhanmu itu Maha Penyayang, atau jika lebih sesuai bagimu - Dia itu Maha Baik, yang sangaaat baik kepadamu, yang telah Ada merencanakan kehidupanmu, lengkap dengan naik dan turunnya dan dengan naiknya lagi - jauh sebelum penciptaan keseluruhan alam ini.
Sesungguhnya, jika kau bandingkan kekhawatiranmu itu dengan kebesaran urusan Tuhan, urusanmu itu amat sangat kecil, yang bahkan diabaikan pun tak akan diketahui oleh siapa pun.
Tapi, bagi Tuhan engkau ini besar dan penting sekali.
Kebaikan hidupmu adalah urusan utama Tuhan.
Sesungguhnya, Tuhan menjadikan urusan setiap jiwa sebagai urusan utamaNya.
Maka janganlah sekali-kali engkau merasa tak diperhatikan oleh Tuhan.
Engkau jiwa kecintaan Tuhan.
Engkau berhak untuk meminta perhatian Tuhan, sebaik hak siapa pun di bawah dan di atas langit.
Maka gantikanlah kegalauanmu mengenai masa depan, dengan keikhlasan untuk melakukan yang bisa kau lakukan, dan menyerahkan kepada Tuhan hal-hal yang berada di luar kemampuanmu.
Malam ini, baringkanlah tubuhmu yang letih memikul semua beban pikiran dan kegelisahan hatimu.
Dan tidurlah dalam naungan dan lindungan kasih sayang Tuhan.
Malam ini, damaikanlah jiwamu, agar kekuasaan Tuhan berperan lebih baik dalam hati, pikiran, dan tubuhmu saat engkau bangun dalam kesegaran esok pagi.
Engkau jiwa kecintaan Tuhan.
Mintalah apa pun, serahkan semua kekhawatiranmu, dan ikhlaslah bekerja dalam kejujuran, lalu perhatikan apa yang terjadi.
Tuhan memerintahkan keajaiban untuk melayani kerinduan hati dari jiwa yang ikhlas.
Mario Teguh - Loving you all as always
“Selamat pagi yang…” gadis itu mengucapkan salam, dan seutas senyum hangat pun menyambut dengan lanjutan, “Apa tidurmu nyenyak semalam?” kemudian si gadis menganggukkan kepala.
Namanya Aisyah, mahasiswa yang baru saja mendapatkan gelar sarjana, yang masih setia pada kejujuran, mencoba percaya pada kerja keras, dan berjuang menemukan harapan pada setiap jengkal kesabaran untuk mencapai tujuan hidupnya, IMPIAN. Belum lagi urusan impian terpecahkan, pikirannya terganggu oleh sebuah pertanyaan tak sederhana.
Ais, begitu ia biasa dipanggil, bisa tidur setelah obrolan semalam selesai. Pertanyaan yang menghalangi datangnya nyenyak selama ini sudah pergi karena semalaman Ais mencritakan itu pada Eyang Uti. Dan ketika pagi datang, ia menuliskan ini dalam buku sakunya…
“Hah…begitu susah menulis dengan cara yang baik, mencoba menyampaikan rasa dengan elegan, tak begini, seperti tak mengerti aturan. Aku hanya ingin tanyakan, apa yang membuat wanita mempertimbangkan untuk menerima pinangan seorang pria? Menurut penuturan Eyang Uti, ada dua alasan yang mendasar,
Pertama Agama,
Seorang pria yang baik agamanya InsyaAllah pun akan menjadi Imam yang baik bagi keluarga. Janji Tuhan, pria yang baik akan disandingkan dengan wanita yang baik-baik pula, begitu pun sebaliknya, jadi biarkanlah ia berusaha membaikkan dirinya agar kelak dipertemukan oleh janji Tuhan.
Kedua Kesiapan,
Merasa belum siap bersanding dengan pria hebat yang akan menjadi tempat pengabdian seumur hidup. Jadi Ijinkanlah ia untuk memantaskan diri sebelum menyambut jodoh yang nanti akan menjadi suaminya.
Lantas apa yang ada dibenakmu sekarang? Taukah kau, seorang wanita hanya butuh waktu, dan pertanyaannya adalah bisa kah kau dengan sabar memberikan itu?”
Begitulah Ais mengakhiri dengan sebuah tanda tanya. Walau tak banyak, namun tulisan itu cukup membuat lembaran buku sakunya laris disapu pena. Sambil merasakan nikmat teh buatan Eyang Uti, otot-otot bibir Aisyah dengan ikhlas menggambar sebuah senyum dengan banyak pemaknaan..
Pagi ini (31/08/11) saya bangun sedikit terlambat, gara-gara nya setting alarm di handphone yang nggak bener. Beruntung sekali kumandang Takbir menyelamatkan saya dari bencana bangun kesiangan. Meski tak bisa ikut sholat Idul Fitri di masjid, tentu saya tak boleh ketinggalan tradisi lebaran donk. ^_^
Tepat jam 08.00 wib pagi, seluruh anggota keluarga berkumpul untuk acara sungkeman, tapi ya nggak yang sebegitu formal, keluarga saya juga bukan Suku Jawa "totok". Setelah selesai kemudian kami lanjut dengan sarapan, opor lontong lengkap dengan sambal petis yang selalu menghiasi meja makan saat lebaran menjadi santapan kami.
Hari ini juga, saya sekeluarga berencana langsung menuju Baluran setelah "nyekar" ke makam "mbah kakung". Bukan untuk bersilaturahmi dengan banteng, melainkan mengunjungi rumah paman saya yang lokasinya di Translok Barat Dusun Pandean Desa Wonorejo yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Baluran.
Taman Nasional Baluran merupakan kawasan konservasi yang memiliki keanekaragaman satwa dan habitat alamnya dengan berbagai macam komunitas. Tipe vegetasi yang dimiliki taman nasional ini antara lain hutan payau, hutan rawa, hutan pantai, savana, dan hutan musim. Hutan musim terdiri dari dua tipe vegetasi yaitu hutan musim alam dan hutan tanaman jati. Kawasan hutan musim mempunyai nilai penting sebagai perlindungan ekosistem dan merupakan habitat mamalia besar seperti Banteng, Kerbau Liar, dan Rusa Timor (Anonimous, 2006).
Sebenarnya sudah sejak kecil saya sangat familiar dengan tempat ini, hanya saja sampai sekarang belum berkesempatan untuk meng-eksplore-nya lebih banyak. Menurut Laporan Balai Taman Nasional Baluran (2002), kawasan ini memiliki iklim musoon dengan musim kemarau yang panjang. Musim penghujan biasa terjadi pada Bulan Desember sampai dengan April dan musim kemarau terjadi mulai Bulan Mei sampai November. Beberapa tahun ini, hari raya Idul Fitri bertepatan pada bulan-bulan datangnya musim kemarau di kawasan Taman Nasional Baluran, sehingga dalam perjalanan menuju rumah paman, saya sering menemui binatang-binatang liar seperti monyet dan kerbau, bahkan sapi liar.
Trayek darat menuju Taman Nasional Baluran dari rumah saya yang berkawasan di Kabupaten Bondowoso dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi seperti motor dan mobil, namun untuk para backpaker yang mengandalkan angkutan umum, dapat juga di tempuh dengan menumpang bus umum jurusan Bondowoso-Situbondo yang kemudian akan transit di terminal Situbondo dan selanjutnya menumpang bus umum jurusan Situbondo-Banyuangi.
Perjalanan Bondowoso-Baluran umumnya ditempuh dengan waktu kuraung lebih 3-3,5 jam. Biaya perjalanan dengan menggunakan bus umum berkisar antara Rp 20.000,00 sampai dengan Rp 25.000,00. Hostel atau penginapan sepertinya juga disediakan oleh pengelola kawasan wisata Taman Nasional Baluran. Untuk yag satu ini, saya belum dapat memberikan informasi lebih lanjut karena hostel yang biasa saya tempati tidak dipungut biaya aliyas gratis...(numpang di rumah pak dhe) ^_^
Mungkin Taman Nasional Baluran dapat menjadi salah satu alternatif transit tujuan petualangan backpaker sebelum melanjutkan perjalanan menuju Pulau Bali atau Lombok. Namun jika para bacpaker mania masih merasa belum puas, sebelum menuju Baluran anda bisa mampir dulu di Gunung Kawah Ijen yang masih aktif danmenyuguhkan pemandangan yang tak kalah cantiknya dengan Taman Nasinal Baluran.
Indahnya Panorama Kawah Ijen akan saya ceritakan di lain waktu saja.
So, enjoy your journey backpakers mania...
Indonesia ku memang indah ya...
NB: Menurut info kaskuser septa di web kaskus, info selengkapnya mengenai TN. Baluran bisa di lihat di http://balurannationalpark.web.id/
Langganan:
Postingan (Atom)


- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact